https://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/issue/feedAT-TAHBIR: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir2026-03-22T18:23:10+00:00Hilmi Husaini Zuhrihilmihusaini@mahadalylirboyo.ac.idOpen Journal Systems<table style="height: 405px; width: 694px;"> <tbody> <tr style="height: 248.33px;"> <td style="width: 168px; height: 248.33px;"><img src="https://i.imgur.com/wMnFrzO.png" width="152" height="215" /></td> <td style="width: 482.653px; text-align: justify; height: 248.33px;"> <p><strong>AT-TAHBIR: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir</strong> merupakan jurnal ilmiah yang terbitkan oleh Bidang Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Ma'had Aly Lirboyo. Jurnal ini didedikasikan untuk publikasi artikel ilmiah yang berfokus pada 1) Studi Al-Qur'an 2) Kajian Ulumul Qur'an 3) Kajian Tafsir Al-Qur'an 4) Kajian Tafsir Ayat al-Ahkam 5) Kajian Balaghah Al-Qur'an. Jurnal ini terbit setahun tiga kali yakni pada bulan Maret, Juli dan November. Pengguna internet diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan lain yang sah tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis. Hal ini sesuai dengan lisensi <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/">Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0)</a>.</p> </td> </tr> </tbody> </table>https://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/article/view/274Dimensi Psikologi Kognitif dalam Al-Qur’an: Telaah Tafsir Tematik terhadap Ayat-Ayat Bertema Tauhid dan Kesehatan Mental2026-02-15T19:38:07+00:00Muhammad Faqih Ihsanfaqihalihsany678@gmail.comMohammad Faqih Bramastafaqihbramasta217@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji dimensi psikologi kognitif dalam Al-Qur’an, dengan berfokus pada ayat-ayat bertema tauhid sebagai dasar konseptual untuk merespons tantangan kesehatan mental. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (tafsir <em>mau</em><em>ḍ</em><em>ū’ī</em>), penelitian ini mengidentifikasi referensi Al-Qur’an—baik eksplisit maupun implisit—terhadap gangguan psikologis dan penyebab-penyebab dasarnya, seperti tekanan sosial-ekonomi, kehilangan pribadi, dan keterasingan emosional. Studi ini menemukan bahwa ajaran Al-Qur’an yang berakar pada tauhid memberikan alat regulasi kognitif dan emosional, termasuk ketenangan batin, kesadaran diri, dan resiliensi, melalui kesadaran spiritual. Dengan mengintegrasikan model kontemplasi psikospiritual Malik Badri, penelitian ini menekankan peran terapeutik dari restrukturisasi pemikiran Qur’ani, terutama melalui sikap tawakal, penerimaan, dan optimisme yang berpusat pada Tuhan. Kebaruan dari studi ini terletak pada tawaran reinterpretasi teologis dari prinsip-prinsip perilaku kognitif melalui ajaran Al-Qur’an, serta menyoroti potensi kerangka keimanan dalam diskursus kesehatan mental Islam. Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian ini menjembatani tafsir klasik Al-Qur’an dengan psikologi kognitif kontemporer, serta menunjukkan bahwa Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dipahami sebagai sumber normatif-teologis, tetapi juga sebagai kerangka konseptual untuk perumusan model pemulihan gangguan mental yang holistik.</p>2026-03-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Faqih Bramasta, Muhammad Faqih Ihsanhttps://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/article/view/279Strategi Penerjemahan Ayat Mutasābihāt dalam Makna Gandul Tafsir al-Ibriz dan Terjemah Al-Qur’an Kata per Kata Perspektif Roman Jakobson2026-02-09T04:31:56+00:00Sofia Habiba Turrahmaniasofiahabibah19@gmail.comKhobirul Amrukhobirul.amru@uinsa.ac.id<p>Terjemahan ayat-ayat <em>mutasyābihāt</em> dalam Al-Qur’an merupakan isu penting dalam bidang tafsir dan studi terjemahan Al-Qur’an karena karakteristiknya yang ambigu, simbolis, dan terbuka untuk berbagai penafsiran. Perbedaan pendekatan dalam menerjemahkan sering kali memengaruhi pemahaman pembaca terhadap makna teologis yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan ayat-ayat <em>mutasyābihāt</em> dalam Makna Gandul Tafsir al-Ibriz karya KH. Bisri Mustofa dan <em>The Word-for-Word Qur’an Translation</em> dengan menggunakan perspektif teori terjemahan Roman Jakobson. Kerangka teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi terjemahan Jakobson, yang mencakup terjemahan intrabahasa, terjemahan antarbahasa, dan terjemahan antarsemiotik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis komparatif. Data penelitian terdiri dari ayat-ayat <em>mutasyābihāt</em> yang dipilih secara purposif, khususnya yang berkaitan dengan sifat-sifat ketuhanan dan ungkapan metaforis dalam Al-Qur’an. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Makna Gandul Tafsir al-Ibriz cenderung menggunakan strategi penerjemahan kontekstual dan parafrastik yang mendekati konsep terjemahan intrabahasa, sehingga makna ayat-ayat dapat dijelaskan secara lebih interpretatif dan diadaptasi dengan konteks budaya tradisi pesantren Jawa. Sebaliknya, <em>The Word-for-Word Qur’an Translation</em> menekankan kesetiaan leksikal dan ciri-ciri struktural bahasa sumber, yang mencerminkan pendekatan terjemahan antarabahasa. Perbedaan strategi penerjemahan ini menunjukkan orientasi yang berbeda antara pendekatan interpretatif dan literal dalam menerjemahkan ayat-ayat <em>mutasyābihāt</em>. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi bidang tafsir dan studi terjemahan Al-Qur’an, khususnya dalam memahami dinamika strategi penerjemahan terhadap teks-teks yang memiliki makna yang kompleks dan berlapis-lapis.</p>2026-03-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sofia Habiba Turrahmania, Khobirul Amruhttps://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/article/view/280المناسبة بين نظريّة الدّعوة بالرّحمة ومشروعيّة القتال في الشريعة الإسلاميّة2026-02-09T08:24:19+00:00Abdatal FawwazAbdatalfawwaz61@gmail.comAhmad Royhanahmadroyhan0301@gmail.comAhmad Hikamahmadhikam@gmail.com<p>يهدف هذا البحث إلى دراسة العلاقة بين مبدأ الدّعوة بالرّحمة ومشروعيّة القتال في الشريعة الإسلاميّة، من خلال منهجٍ وصفيٍّ تحليليٍّ يعتمد على تحليل النصوص القرآنيّة والحديثيّة ذات الصّلة، واستكشاف كيفيّة اجتماع معاني الرّحمة والحزم في منهج النبوّة. وتُظهر نتائج البحث أن القتال في الإسلام لم يُشرع بوصفه وسيلةً للعدوان أو الإكراه، بل شُرع بوصفه وسيلةً دفاعيّةً لحماية الدّين، وإقامة العدل، وصيانة كرامة الإنسان. كما يبيّن البحث أن الدّعوة القائمة على الرّحمة تمثّل الأساس الأخلاقي للرّسالة الإسلاميّة، في حين أن القتال المشروع يؤدّي وظيفةً وقائيّةً لحفظ تلك الرّحمة من الظّلم والطّغيان. ويسهم هذا البحث إسهامًا نظريًّا في توضيح العلاقة التكامليّة بين الرّحمة والعدالة في الخطاب الإسلاميّ، مبيّنًا أنّهما مبدآن متلازمان لا متعارضان في منهج الدعوة والجهاد. كما تقدّم نتائجه إطارًا مفاهيميًا يمكن الإفادة منه في توجيه الخطاب الدعويّ المعاصر، من خلال تحقيق التوازن بين الرّحمة والحزم في مواجهة التحديّات الدينيّة والاجتماعيّة في المجتمعات المعاصرة.</p>2026-03-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Abdatal Fawwaz, Ahmad Royhan, Ahmad Hikamhttps://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/article/view/236Metode, Teknik, dan Strategi Metode, Teknik dan Strategi Terjemah Q.S. Al-Ikhlas: Analisis Komparatif Tiga Orientasi2026-02-11T17:13:43+00:00Ahmad Ali Syauqi Fathanalisyauqi.27@gmail.comAbdul Kholida.kholid@uinsa.id<p>Studi ini menganalisis secara komparatif metode, teknik, dan strategi yang digunakan dalam penerjemahan Surah al-Ikhlāṣ Al-Qur’an pada tiga versi terjemahan: George Sale, M. A. S. Abdel Haleem, dan Terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia (edisi revisi 2019). Studi-studi sebelumnya cenderung berfokus pada dikotomi metode atau ideologi penerjemahan tanpa secara sistematis mengaitkannya dengan posisi epistemik penerjemah. Akibatnya, hubungan antara latar belakang epistemologis penerjemah dan konfigurasi metode, teknik, serta strategi penerjemahan belum dijelaskan secara komprehensif. Menjawab kesenjangan tersebut, studi ini menelaah bagaimana orientasi penerjemah memengaruhi pilihan leksikal, tingkat keterharfian, dan bentuk eksplisitasi, yang pada akhirnya berdampak pada pemahaman teologis pembaca. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Surah al-Ikhlāṣ, dan sumber data utama terdiri dari ketiga versi terjemahan yang telah disebutkan. Menggunakan desain penelitian deskriptif–komparatif kualitatif, studi ini mengaplikasikan kerangka teoretis foreignization–domestication, kategori metode yang diajukan oleh Newmark dan Nida, serta taksonomi teknik dari Molina dan Albir untuk mengode operasi penerjemahan pada tingkat mikro. Temuan penelitian menunjukkan profil penerjemahan yang berbeda. George Sale cenderung menggunakan pendekatan literal dan melakukan foreignization yang kuat melalui gaya bahasa arkais. Abdel Haleem menggabungkan kesetiaan semantik dengan modulasi komunikatif untuk meningkatkan aksesibilitas bagi pembaca modern. Sementara itu, terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia mengadopsi pendekatan faithful–semantic yang ditandai dengan domestikasi dan eksplisitasi didaktis. Implikasi dari studi ini menyoroti bagaimana orientasi penerjemah membentuk representasi makna Al-Qur’an sekaligus memberikan rekomendasi untuk standar peka konteks dalam penerjemahan Al-Qur’an.</p>2026-03-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Ali Syauqi Fathan, Abdul Kholidhttps://ejournal.mahadalylirboyo.ac.id/index.php/attahbir/article/view/229Penafsiran Ayat-Ayat tentang Ilmu dalam Tafsir Jalalain dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam Kontemporer2026-02-08T17:42:12+00:00Alvin Izzatullahalvinizzatullah26@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan pengetahuan dalam Tafsir Jalalain serta mengeksplorasi relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Studi ini berupaya untuk mengungkap bagaimana keilmuan Islam klasik, melalui penafsiran ringkas namun mendalam dari para penulis Tafsir Jalalain, mengonseptualisasikan ilmu (‘<em>ilm</em>) baik sebagai upaya intelektual maupun bentuk ibadah, yang mengintegrasikan akal dan iman. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini mengambil data primer dari Tafsir Jalalain serta sumber sekunder, termasuk buku-buku ilmiah, artikel jurnal, dan kajian yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui identifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, penelaahan tafsirnya dalam Tafsir Jalalain, serta analisis implikasi pendidikan dari ayat-ayat tersebut. Data kemudian diolah menggunakan analisis isi, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Tafsir Jalalain menekankan sifat sakral dan holistik dari ilmu—yang berakar pada kesadaran ilahi dan diarahkan pada penyempurnaan moral serta spiritual. Tafsir Jalalain menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler, serta mendorong paradigma pendidikan yang terintegrasi yang menyatukan dimensi intelektual, etis, dan spiritual. Penafsiran ini menawarkan wawasan penting untuk membangun kembali fondasi moral pendidikan Islam modern, khususnya dalam menghadapi isu-isu seperti sekularisasi, hilangnya tujuan spiritual, dan melemahnya budaya literasi. Studi ini menyimpulkan bahwa Tafsir Jalalain tetap sangat relevan hingga saat ini, menyediakan jembatan epistemologis antara kearifan Islam klasik dan kebutuhan pendidikan kontemporer.</p>2026-03-23T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alvin Izzatullah