Peta Orientasi Tafsir Abad Ke-14 Hijriah: Spektrum Epistemologi Tafsir Modern menurut Fahd Ar-Rūmī
Kata Kunci:
orientasi tafsir, abad ke-14 Hijriah, epistemologi tafsir, Fahd ar-RūmīAbstrak
Kajian mengenai orientasi tafsir al-Qur’an abad ke-14 Hijriah masih didominasi pembahasan terhadap tokoh atau corak tertentu, sehingga belum memberikan gambaran yang utuh mengenai hubungan antarkecenderungan tafsir beserta asumsi-asumsi keilmuan yang melandasinya. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi lanskap orientasi tafsir abad ke-14 H melalui klasifikasi Fahd bin ʿAbdurraḥmān ar-Rūmī dalam Ittijāhāt al-Tafsīr fī al-Qarn al-Rābiʿ ʿAshar al-Hijrī, serta membandingkannya dengan tipologi J.J.G. Jansen untuk mengidentifikasi perbedaan cara keduanya memahami tradisi tafsir. Penelitian ini merupakan library research dengan pendekatan historis-deskriptif-analitis melalui tahapan inventarisasi, verifikasi, komparasi, dan sintesis terhadap disertasi ar-Rūmī sebagai sumber primer serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima orientasi tafsir—akidah, ilmī, adabī-ijtimāʿī, filologis-sastra, dan menyimpang—merepresentasikan keragaman pendekatan sekaligus perbedaan dalam memosisikan otoritas, metode, dan batas keabsahan penafsiran. Perbandingan klasifikasi ar-Rūmī dan Jansen memperlihatkan perbedaan tipologi serta perspektif insider dan outsider dalam membaca tradisi tafsir. Karena itu, klasifikasi tafsir lebih tepat dipahami sebagai konstruksi epistemologis yang merepresentasikan cara suatu tradisi mendefinisikan legitimasi dan otoritas keilmuan. Temuan ini menawarkan perspektif baru dalam membaca historiografi tafsir modern dengan menempatkan klasifikasi sebagai bagian dari pembentukan wacana keilmuan.
Referensi
Al-Dzahabi, Muhammad Husain. al-Tafsir wa al-Mufassirun. Jilid II. Beirut: Dar al-Fikr, 1974.
Al-Dzahabi, Muhammad Husain. Penyimpangan-Penyimpangan dalam Penafsiran Al-Qur'an. Terj. Hamim Ilyas dan Machnun Husain. Jakarta: Rajawali Pers, 1996.
Al-Rumi, Fahd bin 'Abdurrahman bin Sulaiman. Ittijahat al-Tafsir fi al-Qarn al-Rabi' 'Asyr al-Hijri. Disertasi, Fakultas Ushuluddin, Universitas Muhammad bin Sa'ud al-Islamiyyah, t.th.
Abdurrahman, Undang. "Penafsiran Muhammad 'Abduh Terhadap Alquran Surat Al-Nisa' Ayat 3 dan 129 tentang Poligami". Al-'Adalah, Vol. 14, No. 1, 2017.
Goldziher, Ignaz. Mazhab Tafsir, Dari Klasik hingga Modern. Terj. Alaika Salamullah, dkk. Yogyakarta: eLSAQ Press, 2006.
Haddad, Yvonne. "Muhammad Abduh: Perintis Pembaruan Islam". Dalam Ali Rahnema (ed.), Para Perintis Zaman Baru Islam. Bandung: Mizan, 1998.
Hourani, Albert. Sejarah Bangsa-Bangsa Muslim. Terj. A History of The Arab Peoples. Bandung: Mizan, 2004.
Jansen, J.J.G. Diskursus Tafsir Al-Qur'an Modern. Terj. Hairussalim dan Syarif Hidayatullah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1997.
Keddie, Nikki R. "Sayyid Jamaluddin al-Afghani". Dalam Ali Rahnema (ed.), Para Perintis Zaman Baru Islam. Bandung: Mizan, 1998.
Madjid, Nurcholish. Khazanah Intelektual Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1984.
Ridha, Muhammad Rasyid. Tafsir al-Qur'an al-Hakim al-Syahir bi al-Tafsir al-Manar. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.Ya'qub,
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mumtaz Yasa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





