Fikih Kontemporer dan Hak Adat; Analisis Fikih Lingkungan atas Usulan Taman Nasional Pegunungan Meratus

Authors

  • Kareena Raudah Febrianti Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Siti Mahdiyani Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Halim Fratama Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Burhan Ya Ngoh Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Keywords:

Fikih Lingkungan, Taman Nasional Meratus, Hak Ulayat, Hifẓ al-Bī'ah, Kemaslahatan

Abstract

Studi ini bertujuan untuk secara komprehensif mengkaji perspektif pro, kontra, dan netral terkait usulan penetapan Pegunungan Meratus sebagai Taman Nasional, serta menilai dinamika tersebut dalam kerangka fikih Islam kontemporer guna menghasilkan solusi berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui wawancara dan studi pustaka. Temuan menunjukkan adanya konflik mendasar antara kepentingan konservasi berbasis negara, khususnya untuk tujuan geopark dan ekogeowisata, dengan perlindungan hak atas tanah adat (hak ulayat) masyarakat Adat Dayak Meratus. Pihak penentang, yang diwakili oleh komunitas adat dan organisasi lingkungan (WALHI), menolak usulan ini karena kekhawatiran terkait pembatasan akses, hilangnya hak atas tanah adat, serta pembatasan terhadap aktivitas ekonomi tradisional, dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut telah terjaga dengan baik tanpa intervensi pemerintah. Sementara itu, pihak pendukung berpendapat bahwa penetapan ini bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan warisan geologi serta menjanjikan pemberdayaan masyarakat. Dari perspektif fikih lingkungan Islam, prinsip hifẓ al-bī’ah (perlindungan lingkungan) mewajibkan penghapusan fasād fī al-arḍ (kerusakan di muka bumi). Oleh karena itu, kebijakan yang menyebabkan pencemaran lingkungan atau mengabaikan hak komunitas adat yang telah terbukti efektif menjaga kelestarian lingkungan harus dihindari demi mencegah mudarat dan menjamin kesejahteraan umum (maṣlaḥah). Dengan demikian, studi ini menekankan pentingnya pengakuan terhadap hak-hak masyarakat Adat Dayak Meratus sebagai landasan utama dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

References

Ah, Al-maqâshid Al- Syarî, Teori Implementasi, and Maman Rahman Hakim. “AL-MAQÂSHID AL-SYARÎ’AH; Teori Dan Implementasi.” SAHAJA: Journal Sharia And Humanities 2, no. 1 (2023): 153–70.

Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. Iḥyā’ ’Ulūm Al-Dīn. Juz 3., n.d.

Al-Qaradawi, Dr. Yusuf. Bid’ah Dalam Agama - Yusuf Al Qardhawi.Pdf. Gema Insani, n.d.

Anwar, M Arief, Gusti Syahrany Noor, Wajidi, Ahmad Zaky Maulana, Yudhi Putryanda, and Dewi Siska. “Kajian Pegunungan Meratus Sebagai Geopark Nasional.” Jurnal Kebijakan Pembangunan 13, no. 1 (2018): 73–84.

Arip, Nur, Muhammad Mufti, and Najmul Umam. “Peran Kh . Ma ’ Mun Dalam Perkembangan Pondok Pesantren,” 2023, 1–12.

Astuty, Sri, Ahmad Jamaluddin Islami, and Taufik Arbain. “Menilik Peran Media Lokal Pada Isu Kebijakan Lingkungan : Pegunungan Meratus Garda Terakhir Pertahanan Ekosistem Hijau Di Kalimantan Examining the Role of Local Media on Environmental Policy Issues : The Meratus Mountains as the Last Guard in Defending Gr.” JCOMMSCI: Journal of Media And Communication Science 8, no. 3 (2025): 175–95. https://doi.org/10.29303/jcommsci.v8i3.573.

Barizi, Ahmad, and SDA Defi Yufarika. “Ekologi Dalam Al-Quran Dan Hadis: Implikasinya Terhadap Kurikulum Pendidikan Islam.” Al-Madrasah Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 9, no. 2 (2025): 1033. https://doi.org/10.35931/am.v9i2.4822.

Djazuli, P H A. Kaidah-Kaidah Fikih. Prenada Media, 2019. https://books.google.co.id/books?id=GO2lDwAAQBAJ.

Dr. Busyro, M A. Maqâshid Al-Syarîah: Pengetahuan Mendasar Memahami Maslahah. Prenada Media, 2019. https://books.google.co.id/books?id=4KjJDwAAQBAJ.

Ellyn, Normelani, Selamat Riadi, Muhammad Efendi, Rosalina Kumalawati, Nasruddin, Norma Yuni Kartika, Arif Rahman Nugroho, and Agung Wicaksono. “Studi Eksploratif Tentang Permintaan Wisatawan Mendukung Pengembangan Kawasan Eco-Geotourism Geopark Pegunungan Meratus.” Jurnal JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) 1, no. 1 (2016): 1689–99. http://www.biblioteca.pucminas.br/teses/Educacao_PereiraAS_1.pdf%0Ahttp://www.anpocs.org.br/portal/publicacoes/rbcs_00_11/rbcs11_01.htm%0Ahttp://repositorio.ipea.gov.br/bitstream/11058/7845/1/td_2306.pdf%0Ahttps://direitoufma2010.files.wordpress.com/2010/.

Hakim, Budi Rahmat. “Konsepsi Al-Quran Tentang Konservasi Lingkungan Hidup.” Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Kedakwahan 7, no. 1 (2015): 1–17.

Hamidah, Siti, and Muhammad Nizar Hidayat. “Upaya Walhi Kalimantan Selatan Dalam Memperjuangkan Kelestarian Karst Pegunungan Meratus.” Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 7(3) 7, no. April (2022): 13–19.

Helim, Abdul, and Aris Sunandar Suradilaga. “PENGGUNAAN METODE MAQASID AL- SYARI ‘ AH.” Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat 18, no. 1 (2022): 57–70. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i1.3925.

Kalselmaju. “Meratus Tetap ‘Milik’ Masyarakat Adat, Takkan Terusir, Diberdayakan Dalam Taman Nasional,” n.d. https://www.google.com/amp/s/kalselmaju.com/2025/08/meratus-tetap-milik-masyarakat-adat-takkan-terusir-diberdayakan-dalam-taman-nasional/.

Karsudjono. “Bahuma As Local Wisdom of the Dayak Meratus Indigenous Community To Form People-Centered Economic Independence” 4, no. 2 (2023): 21–25.

Menlhk. “Menyongsong Lahirnya Taman Nasional Meratus,” n.d. https://www.menlhk.go.id/news/menyongsong-lahirnya-taman-nasional-meratus/.

Munadi, Dicky. “Pegunungan Meratus Bakal Resmi Jadi Taman Nasional Di Tahun Ini.” RRI, n.d. https://rri.co.id/banjarmasin/daerah/1415327/pegunungan-meratus-bakal-resmi-jadi-taman-nasional-di-tahun-ini.

Nasarudin, N, M Rahayu, D P Asyari, A Sofyan, M Fadli, K K Hari, B M Nehe, L.O.M.R.A.U. Manarfa, Y Yelfiza, and E Mulyati. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). CV. Gita Lentera, 2024. https://books.google.co.id/books?id=rFErEQAAQBAJ.

Nasruddin, Linda. “Pegunungan Meratus Di Kalimantan Selatan Menjadi Tempat Geological Park Untuk Masyarakat Dengan Pendekatan Physico Nature Features.” Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) X (2022).

Nasution, M S A, and R H Nasution. Filsafat Hukum & Maqashid Syariah. Prenadamedia Group, 2020. https://books.google.co.id/books?id=1g7uDwAAQBAJ.

Ompusunggu, Darmayanti, and Mega Wiliandani. “Geopark Kaldera Toba: Membangun Pariwisata Dan Melindungi Lingkungan.” Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung 11 (2024).

Penelitian, Jurnal, and D A N Pemikiran. “FIKIH EKOLOGI : FORMULASI FIKIH UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN MAQASID SYARIAH َ.” Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Keislaman 11, no. 4 (2024): 397–408.

Rhama, B. Taman Nasional Dan Ekowisata. Pariwisata. Bhayu Rhama, 2019. https://books.google.co.id/books?id=EM3GDwAAQBAJ.

Riyadi, Azmi, and Dimas Asto Aji An’Amta. “Walhi Dan #Savemeratus (Mobilisasi Sumberdaya Gerakan Sosial).” Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial 1, no. 1 (2023): 14–29. https://doi.org/10.20527/multikultural.v1i1.56.

Sarbaini, and Reja Fahlevi. “Gerakan Sosial Aliansi Meratus Sebagai Upaya Perlawanan Warga Negara Untuk Menyelamatkan Lingkungan Di Kalimantan Selatan.” Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 7, no. April (2022): 135–42.

Sulthan, U I N, and Thaha Saifuddin. “Recent Studies on the Maqāṣ Id Al- Sharīʻah of Abū Is Ḥā q Al- Shāṭibī: A Systematic Literature Review,” 2025.

Yūsuf, Imam Abū. “Kitāb Al-Kharāj,” 1144.

Downloads

Published

2025-12-28